Siapa sih yang gak pengen menang dalam setiap hal yang dia lakuin? Entah itu dalam hal pekerjaan, hubungan, atau sekadar game online di situs Okeplay777, kita semua pasti ngerasain pengen jadi yang terbaik. Tapi ada kalanya, hidup gak berjalan sesuai rencana. Kamu udah coba segala cara, tapi kalah terus. Udah 5 kali misalnya, dan gak ada tanda-tanda bakal menang. Apa yang kamu lakuin? Apa kamu berhenti atau malah ‘spin’ lagi? Nah, yang jadi pertanyaan besar di sini, itu adalah mental pejuang atau sekadar nekat?
Jadi gini, setiap orang punya cara pandang dan cara bertindak yang berbeda. Ada yang langsung menyerah pas udah kalah dua kali. Ada juga yang tetap maju meski udah berulang kali gagal. Mereka bilang, kegagalan itu bagian dari proses. Tapi, kenyataannya gak semua orang bisa gampang terima kenyataan kalau usaha mereka ternyata belum cukup untuk mencapai tujuan. Maka muncullah pertanyaan, antara tetap bertahan dan terus berusaha, itu karena mental pejuang atau karena sekadar nekat tanpa pertimbangan?
Kalo dilihat dari sudut pandang mental pejuang, orang yang terus bertahan meskipun udah gagal berkali-kali pasti punya tujuan yang jelas di depan mata. Dia ngerti bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Setiap kali gagal, dia coba menganalisa apa yang salah dan memperbaikinya. Mungkin dia bakal coba cara baru, atau mungkin memperdalam skill yang dia miliki. Dalam dunia kerja misalnya, kalo kamu gagal dalam suatu proyek atau bisnis, mental pejuang itu muncul dalam bentuk usaha untuk bangkit lagi. Orang yang punya mental pejuang gak akan takut untuk mencoba sesuatu yang lebih besar dan lebih sulit. Bahkan, setiap kegagalan dia anggap sebagai pelajaran untuk berkembang lebih baik.
Tapi, di sisi lain, ada juga yang terus ‘spin’ tanpa ada rencana yang jelas. Dia gak banyak mikir, yang penting gerak terus. Coba terus, coba lagi, tapi gak ada evaluasi apa pun dari hasil yang udah dia capai. Ini yang kadang disebut dengan nekat. Orang nekat itu kadang gak terlalu peka dengan kondisi sekitar. Mereka gak ngebaca situasi dan cenderung merasa bahwa dengan terus mencoba, suatu saat pasti berhasil. Padahal, bisa jadi yang perlu dilakukan bukan cuma mencoba tanpa henti, tapi mikirin cara dan strategi yang lebih efektif. Misalnya, setelah kalah 5 kali, coba cari tahu apa yang bikin kamu terus gagal. Kalau kamu tetap bersikeras untuk bertahan tanpa tahu apa yang salah, itu bisa jadi nekat, lho.
Terkadang, perbedaan antara mental pejuang dan nekat cuma soal sikap terhadap kegagalan itu sendiri. Orang dengan mental pejuang bakal punya mindset bahwa kegagalan itu adalah langkah awal menuju kesuksesan. Dia gak bakal terlalu lama terpuruk, karena dia tahu bahwa setiap langkah mundur itu adalah bagian dari proses untuk maju lebih jauh lagi. Sementara orang yang nekat, lebih fokus pada hasil instan dan cenderung terjebak dalam siklus kegagalan yang sama tanpa sadar apa yang salah.
Mental pejuang itu bukan soal seberapa sering kamu gagal, tapi seberapa cepat kamu bangkit setelah gagal. Seperti halnya pemain bola yang tiap kali dijatuhin, dia gak cuma diam dan nangis, tapi bangkit lagi, fokus pada permainan, dan coba lebih keras. Bukan berarti gak ada rasa sakit dan kekecewaan, tapi dia tahu bagaimana caranya move on dan terus berusaha. Nah, di sinilah mental pejuang itu muncul. Jadi, ketika kamu kalah 5 kali dan kamu tetap memilih untuk ‘spin lagi,’ sebenarnya itu bisa jadi tanda bahwa kamu punya semangat yang gak mudah menyerah.
Namun, kita gak bisa pungkiri juga kalau ada faktor keberuntungan yang kadang berperan. Mungkin saja, ada saatnya kamu kalah bukan karena kamu gak cukup usaha, tapi karena timing-nya gak tepat atau karena faktor eksternal lain yang di luar kendali kamu. Di sinilah letak perbedaan antara mental pejuang dan nekat. Orang dengan mental pejuang bakal ngelihat kegagalan sebagai sesuatu yang bisa dibenahi. Tapi orang yang nekat sering kali gak paham kapan waktu yang tepat untuk berhenti dan mulai lagi dengan cara yang berbeda.
Jadi, jangan langsung menilai orang yang kalah 5 kali dan tetap ‘spin lagi’ sebagai orang yang nekat. Bisa jadi, dia cuma butuh waktu untuk menemukan cara yang lebih tepat. Namun, perlu juga diingat bahwa ada waktunya kita harus realistis. Kalau udah coba berbagai cara dan ternyata hasilnya tetap gak berubah, mungkin saatnya untuk berhenti sebentar, evaluasi ulang, dan coba pendekatan yang berbeda. Kalau kamu tetap kekeuh melangkah meskipun semuanya kelihatan gak berjalan sesuai harapan, itu baru bisa dibilang nekat.
Yang jelas, mental pejuang itu bukan soal seberapa sering kamu kalah, tapi seberapa sering kamu bisa bangkit dari kegagalan. Gak selamanya kegagalan itu berarti kamu harus menyerah, tapi kadang itu jadi tanda bahwa kamu perlu sedikit mengubah cara pandang dan pendekatan. Kalau terus mencoba dengan cara yang sama dan gak ada perubahan, bisa jadi itu bukan mental pejuang, tapi hanya nekat aja.
Di dunia yang serba cepat ini, kita memang perlu jadi pribadi yang tangguh, yang gak mudah putus asa. Tapi kita juga perlu realistis dan paham kapan waktu yang tepat untuk berhenti sejenak dan evaluasi. Gak semua hal bisa diselesaikan dengan kerja keras semata, kadang butuh pemikiran yang lebih matang dan pendekatan yang lebih kreatif.
https://stickersidoarjo.com
Jadi, kapan kamu harus terus maju dan kapan kamu harus berhenti? Itu tergantung dari seberapa jelas tujuan kamu dan apakah usaha yang kamu lakukan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan. Jangan sampai kamu terjebak dalam siklus yang gak menghasilkan apa-apa. Ingat, mental pejuang itu bukan soal seberapa keras kamu bekerja, tapi seberapa cerdas kamu dalam menghadapi setiap tantangan. Kalah 5 kali dan ‘spin lagi’? Mungkin itu bagian dari perjalanan, tapi jangan lupa untuk selalu evaluasi dan perbaiki strategi, ya!